Pandeglang, Menaramadinah.com – Menaramadinah.com secara resmi menetapkan Diar Mandala sebagai Kolumnis dan Jurnalis, terhitung mulai Rabu, 8 April 2026. Penetapan tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan Redaksi Menaramadinah.com, Drs. Husnu Mufid, http://M.Pd, setelah melalui tahapan seleksi dan kurasi naskah.
“Setelah kami cermati karya-karyanya, Saudara Diar Mandala kami nilai berani menyuarakan kebenaran dengan adab, konsisten mengedukasi masyarakat, serta tulisannya rasional, konstruktif dalam kritik, akurat dan terukur. Karakter seperti ini yang kami butuhkan di Menaramadinah.com,” ujar Drs. Husnu Mufid, M.Pd kepada redaksi, Rabu (8/4/2026).
Dari Bale ke Media: Mengusung Pakem "Rembuk + Restu"
Diar Mandala dikenal sebagai cucu dari Syech Muhammad Ruyyani, mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Kadupinang, Pandeglang. Setelah lama berkarier di Jakarta dan Timur Tengah, ia memilih pulang kampung ke Kadupinang, Babakan Mandala, Desa Mandalasari, Pandeglang.
“Pergi untuk belajar, pulang untuk menata. Ini amanat leluhur Mandala: mendampingi tampuk pemerintahan paling bawah, yaitu kampung, agar kebaikan terus terjaga,” kata Diar Mandala.
Sebagai kolumnis, Diar menyatakan akan fokus pada isu sosial kemasyarakatan dengan pendekatan kearifan lokal. Filosofi yang ia usung adalah “Rembuk + Restu = Berjalan”, warisan 500 tahun dari Syech Dalem Dayeuhan, salah satu penasihat Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
“Pena kolumnis bukan untuk mencari musuh, melainkan untuk menata kebaikan. Bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mengajak rembuk. Di Mandala, semua masalah diselesaikan di bale dengan adab dan data,” tegas Diar.
Ucapan Terima Kasih dan Komitmen
Atas amanah tersebut, Diar Mandala menyampaikan terima kasih dan komitmennya.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menghaturkan terima kasih kepada Bapak Drs. Husnu Mufid, http://M.Pd dan keluarga besar http: Menaramadinah.com. InsyaAllah kepercayaan ini akan saya jaga dengan terus belajar dan menjaga marwah jurnalistik,” ucapnya.
Ia juga memohon doa dari masyarakat, khususnya warga Kadupinang dan Babakan Mandala. “Semoga pena ini bisa ikut mencerahkan dan menjadi bagian dari ikhtiar menata umat, dari bale, dengan musyawarah,” tutup Diar.
Dengan bergabungnya Diar Mandala, Menaramadinah.com berharap dapat semakin memperkaya konten yang mencerahkan, berbasis nilai Islam dan kearifan lokal Banten. (Red/Diar)





LEAVE A REPLY