SURABAYA – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai rangkaian besar kegiatan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur di Hotel Leedon, Sabtu-Minggu (18-19/4/2026). Tidak hanya menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III yang konsolidatif, ISNU Jatim juga meluncurkan gebrakan nyata melalui Pelatihan Platform Marketplace bagi pelaku UMKM Halal.
Dihadiri oleh para guru besar, tokoh nasional, dan ratusan kader dari seluruh daerah, acara ini membuktikan bahwa ISNU bukan sekadar organisasi intelektual, melainkan kekuatan nyata yang siap "Berdaya dan Berdampak" bagi masyarakat serta mendukung penuh program pemerintah.
Muskerwil III PW ISNU Jawa Timur dibuka secara megah dengan kehadiran Ketua Umum PP ISNU, Prof. Dr. Kamaruddin Amin, didampingi Wakil Ketua Prof. Mas’ud Sa’id, Ph.D, serta tokoh senior sekaligus penggagas ISNU, Prof. Dr. Kacung Marijan (Guru Besar UNAIR). Ketua PW ISNU Jatim, Prof. Dr. Afif Hasbullah, bersama 145 pengurus wilayah dan cabang turut memadati acara ini.
Dalam arahannya, Prof. Kamaruddin Amin menegaskan bahwa ISNU harus hadir dengan karya nyata dan solusi konkret.
"ISNU harus aktualisasikan kapasitas intelektualnya. Tagline kita 'Berdaya dan Berdampak' harus dibuktikan, salah satunya dengan terlibat aktif dalam isu strategis seperti penanganan stunting dan penguatan ekonomi umat," tegasnya.
Sementara itu, Prof. Afif Hasbullah menyampaikan bahwa Muskerwil ini bukan sekadar rutinitas administrasi, melainkan forum strategis memperkuat posisi ISNU sebagai wadah intelektual Nahdliyin. Kegiatan ini dinilai sangat terstruktur, substantif, dan layak menjadi rujukan nasional dalam mengintegrasikan gagasan akademik dengan kebutuhan riil masyarakat.
ISNU juga diperkuat sebagai agen penyebar Islam moderat yang inklusif, toleran, dan solutif di tengah dinamika bangsa.
Tak hanya rapat kerja, ISNU Jatim melalui Lembaga Solusi Halal (LSH) langsung bergerak lapangan dengan menggelar Pelatihan Platform Marketplace. Acara yang diikuti oleh 145 peserta dari berbagai daerah (Bangkalan, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Malang, Surabaya, hingga Banyuwangi) ini bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
Ketua Pelaksana, H. Sumangat, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mensinergikan Pelaku Usaha Kecil Menengah (UMK) dengan Pendamping Proses Produk Halal (P3H).
"Kami ingin produk halal lokal tidak hanya bersertifikat, tapi juga mampu menjangkau pasar luas secara profesional lewat digital. Materi yang diberikan mulai dari ekspansi bisnis, akses permodalan, hingga teknik on boarding dan penulisan deskripsi produk yang menarik," jelasnya.
Wakil Ketua PW ISNU Jatim sekaligus Kepala Bappeprov Jatim, Dr. Muhammad Yasin, menyambut positif langkah ini. Ia menilai kegiatan ini sangat selaras dengan visi pembangunan daerah.
"Kondisi ekonomi Jatim terbukti tangguh meski global fluktuatif. Program digitalisasi UMK ini sangat mendukung program Pemprov Jatim dalam peningkatan kualitas SDM," ungkapnya antusias.
Para peserta mendapatkan ilmu langsung dari pakar dan praktisi, mulai dari cara membuka toko online, strategi pemasaran digital, hingga penguatan manajemen bisnis yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan Muskerwil dan Pelatihan Digital ini menjadi bukti nyata kedewasaan dan keseriusan ISNU Jawa Timur. Di usia dan perjalanan organisasi ini, ISNU membuktikan diri mampu bertransformasi: tetap kokoh pada nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an, namun sangat adaptif dan modern dalam karya.
Semoga semangat ini terus membara! Jadikan momen ini sebagai titik balik untuk melompat lebih tinggi. Mari terus bersinergi, berinovasi, dan berkarya nyata.*Imam Kusnin Ahmad*





LEAVE A REPLY